6 Klub yang Pernah Dilarang Tampil di Liga Champions

Ketika kita bicara soal 6 Klub yang Pernah Dilarang Tampil di Liga Champions, bayangan kita langsung tertuju pada klub-klub besar yang seharusnya jadi sorotan karena prestasi—bukan kontroversi. Tapi sepak bola tak selalu tentang kemenangan indah dan selebrasi megah. Di balik gemerlapnya trofi Big Ears, ada pula kisah gelap yang membuat klub-klub besar harus menerima sanksi: larangan tampil di kompetisi paling prestisius se-Eropa, UEFA Champions League.

Champions

Mengapa Klub Bisa Dilarang Tampil di Liga Champions?

Sebelum kita masuk ke daftar klub, ada baiknya kita pahami dulu alasan di balik larangan ini. UEFA bisa menjatuhkan sanksi kepada klub karena berbagai alasan, seperti:

  • Pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP)
  • Keterlibatan dalam pengaturan skor (match fixing)
  • Tunggakan utang atau ketidaktertiban finansial
  • Ulah suporter yang terlalu brutal
  • Masalah administratif atau legal

Larangan ini tidak main-main. Dampaknya besar, baik dari sisi reputasi, finansial, maupun mental pemain dan suporter.

1. Besiktas

Besiktas mendapatkan larangan tampil di kompetisi Eropa pada tahun 2013. Hukuman tersebut diberikan oleh UEFA karena klub terbukti terlibat dalam kasus pengaturan skor.

Mereka sempat mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Namun, upaya tersebut gagal setelah CAS menolak permohonan mereka.

Alhasil, Besiktas harus rela absen satu musim penuh dari ajang antarklub Eropa. Sanksi ini menjadi pukulan telak bagi reputasi sepak bola Turki.

2. Fenerbahce

Masih di tahun yang sama, Fenerbahçe juga dijatuhi larangan tampil di Eropa oleh UEFA. Klub asal Istanbul itu dikenai hukuman selama tiga musim akibat pengaturan skor.

Seperti Besiktas, mereka mencoba melawan keputusan tersebut melalui banding ke CAS. Akan tetapi, pengadilan menolak banding mereka dan menguatkan hukuman tersebut.

Dengan demikian, Fenerbahçe harus absen dari Liga Champions maupun Liga Europa. Situasi ini menjadi periode kelam bagi dua tim besar Turki secara bersamaan.

3. Juventus

Juventus tidak diizinkan tampil pada kompetisi Eropa musim 2023/2024. Sanksi dijatuhkan UEFA karena pelanggaran Financial Fair Play dan dugaan manipulasi laporan keuangan.

Pelanggaran tersebut terjadi dalam periode 2012 hingga 2019 berdasarkan hasil investigasi. Akibatnya, Juventus kehilangan tempat di UEFA Conference League meski sudah lolos secara peringkat liga.

Dampak hukuman ini sangat besar karena mereka harus absen total dari turnamen Eropa selama satu musim. Bagi klub sebesar Juventus, ini menjadi tamparan keras dalam satu dekade terakhir.

4. FK Pobeda

FK Pobeda dihukum UEFA pada tahun 2009 dengan larangan delapan tahun tampil di kompetisi Eropa. Klub asal Makedonia Utara ini terbukti terlibat pengaturan skor dalam sebuah pertandingan.

Presiden klub saat itu, Aleksandar Zabrcanec, bahkan dijatuhi hukuman seumur hidup. Klub mencoba mengajukan banding ke CAS agar hukuman diringankan.

Namun, banding itu ditolak dan vonis tetap dijalankan. Hukuman ini tercatat sebagai salah satu yang paling berat dalam sejarah UEFA.

5. FK Arsenal Tivat

Arsenal Tivat menjadi klub terbaru yang dijatuhi sanksi berat UEFA pada Juli 2025. Klub asal Montenegro itu dilarang tampil di Eropa selama sepuluh tahun.

Sanksi diberikan karena pelanggaran disipliner serius dalam laga melawan Alashkert FC pada 2023. Selain larangan tampil, klub juga didenda sebesar 500.000 euro.

UEFA menemukan indikasi pengaturan skor serius dalam pertandingan tersebut. Walau memiliki hak banding ke CAS, larangan sementara langsung diberlakukan sebagai efek jera.

6. Liverpool

Liverpool menerima larangan tampil di kompetisi Eropa menyusul Tragedi Heysel pada final European Cup tahun 1985. Insiden tragis tersebut menyebabkan 39 orang meninggal dunia.

UEFA lalu menghukum seluruh klub Inggris tidak boleh tampil di Eropa selama lima musim. Liverpool sendiri mendapatkan satu tahun tambahan larangan dibanding klub Inggris lainnya.

Total, The Reds absen selama enam musim dari kompetisi antarklub. Sanksi ini menjadi salah satu yang paling dikenang dalam sejarah sepak bola Eropa.

Liga Champions: Impian yang Tak Selalu Tercapai

Tak Sekadar Soal Bola di Lapangan

Apa yang membuat Liga Champions begitu istimewa? Tentu saja kualitas pertandingannya, nama-nama besar yang bermain, dan atmosfer stadion yang luar biasa. Tapi di balik itu semua, ada sistem ketat yang mengatur siapa yang layak tampil.

UEFA kini tidak hanya menilai klub dari hasil pertandingan, tetapi juga kesehatan keuangan, etika, dan tanggung jawab sosial. Klub harus dikelola secara profesional, transparan, dan patuh pada regulasi internasional.

Dampak Larangan Tampil di Liga Champions

Kerugian Finansial Langsung

Satu musim di Liga Champions bisa memberi pemasukan hingga puluhan juta euro. Kehilangan kesempatan tampil di sana berarti kehilangan pendapatan dari hak siar, sponsor, dan tiket.

Gagal Tarik Pemain Bintang

Pemain bintang ingin bermain di panggung besar. Jika klub terkena larangan, maka kemungkinan besar mereka akan kehilangan daya tarik di mata pemain dan agen.

Reputasi Klub Terancam

Yang tak kalah penting adalah kerusakan reputasi. Satu berita soal larangan tampil bisa membuat investor atau sponsor ragu bekerja sama. Reputasi baik dibangun lama—dan bisa runtuh dalam satu keputusan UEFA.

Kesimpulan: 6 Klub yang Pernah Dilarang Tampil di Liga Champions

Kisah 6 Klub yang Pernah Dilarang Tampil di Liga Champions bukan hanya cerita tentang kesalahan, tapi juga tentang bagaimana sepak bola modern menuntut profesionalisme total. Ini jadi pengingat bagi semua klub, bahwa untuk berdiri di atas panggung Eropa, mereka harus solid—di dalam dan luar lapangan.

Jadi saat kita menyaksikan anthem Liga Champions berkumandang, ingatlah: tak semua klub bisa berdiri di sana. Butuh lebih dari sekadar kemenangan—diperlukan integritas, kedisiplinan, dan kepatuhan pada aturan yang berlaku. Dan bagi klub-klub yang pernah jatuh karena sanksi, semoga itu jadi pelajaran untuk bangkit dengan cara yang lebih bijak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *